Ngaren adalah salah satu nama pedukuhan yang terletak di wilayah kabupaten Boyolali Jawa Tengah. Terletak di daerah perbukitan yang di kelilingi oleh lebatnya hutan. So, tempat ini sangat jauh dari yang namanya hiruk pikuk keramaian kota. Jadi kita bisa merasakan ketenangan bila berada di dalamnya.
Rumah-rumah di pedukuhan ini kebanyakan hanya terbuat dari kayu jati dan beralaskan tanah saja. Penerangan pun belum begitu sempurna seperti yang kita lihat di berbagai tempat. Namun mereka yang tinggal di sini seakan tak menghiraukan semuanya, mereka hidup biasa tanpa banyak keluhan.
Kehidupan masyarakat di pedukuhan ini sangat bergantung pada ladang atau pertanian. Masyarakat umumnya bercocok tanam di ladang yang berada di sekitar rumahnya. Kadang ada pula yang harus mencari ladang yang letaknya jauh dari rumah tempatnya tinggal. Mereka umumnya menanam palawija dan tanaman yang berumur pendek lainnya.
Berternak juga merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat sekitar. Hampir di setiap rumah kita bisa menemukan hewan ternak, contohnya ayam, kambing dan sapi. Dari beternak inilah mereka dapat menyambung hidup.
Masyarakat di pedukuhan ini hidup rukun. Hal ini dapat terlihat dari keseharian mereka yang saling tolong menolong di segala hal. Di acara hajatan misalnya, kita dapat melihat semua warga bahu membahu untuk membantu warga yang sedang menggelar acara tersebut. Setiap rumah memiliki wakil untuk membantunya, bahkan ada juga yang semua penghuninya membantu. Hal ini sangat kontras dengan kehidupan yang kita rasakan di kota yang terasa semakin individualistis.
Ada satu hal yang menarik dari tempat ini. Semangat kerja keras dari para warganya itulah yang menjadi hal yang menarik dan patut kita contoh. Hal ini dapat kita lihat di pagi hari, banyak warga di sini bangun lebih pagi dan pergi ke ladang untuk berkebun. Yang lebih unik ialah para manula, para manula di desa ini masih sanggup untuk menggarap ladang dan memikul air di gentong yang mereka dapatkan dari sumber air di sekitar pedukuhan tersebut. Walaupun harus berjalan naik turun sambil memikul air, namun para manula masih terlihat kuat dan perkasa.
Banyak hal yang dapat kita ambil hikmahnya dari kehidupan masyarakat di pedukuhan Ngaren ini. Mereka hidup dalam kesederhanaan, namun mereka menerima dan mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepada mereka. Semangat kerja keras mereka pun sepatutnya bisa kita teladani dan kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka tidak kenal lelah meski usia sudah tak mudah lagi, mereka tetap bekerja keras dmi kelangsungan hidupnya. Inilah separuh potret kesederhanaan masyarakat pedukuhan Ngaren.

0 komentar:
Posting Komentar