BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Selasa, 22 Desember 2009

Kajian Surat Yusuf Ayat 2

Surat Yusuf yang terdiri dari 111 ayat ialah termasuk golongan surat Makkiyah karena diturunkan di kota Makkah sebelum Rasul hijrah ke Maddinah. Dinamai surat Yusuf karena sebagian besar isinya menceritakan tentang kisah Nabi Yusuf, namun ada satu ayat yang menarik, yakni pada ayat kedua surat ini. Ayat kedua menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab, ini sesuai dengan disiplin ilmu yang saya tengah tekuni meskipun bukan bahasa Arab tang tengah saya tekuni.
Pokok-pokok isinya ialah
1. Keimanan
Kenabian Nabi Yusuf dengan mukjizat-mukjizatnya, ketetapan Allah tentang hal yang menyangkut agama dan hak Allah.
2. Hukum-hukum
Keharusan merahasiakan sesuatu untuk mengindari fitnah, boleh melakukan sesuatu demi memperoleh kemaslahatan dan tidak merugikan orang lain
3. Kisah
Kisah tentang Nabi Yusuf danb ayanhnya Nabi Yakub

Berikut ialah uraian singkat tentang Q.S. Yusuf ayat 2.
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (Q.S. Yusuf : 2)
Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia menurunkan Al-Quran dalam bahasa Arab yang fasih agar dapat direnungkan dan dipikirkan semua isi dan maknanya. Memang Alquran diturunkan untuk semua manusia, bahkan juga untuk jin tetapi karena yang pertama-tama menerimanya ialah penduduk Mekah, maka wajarlah bila firman itu ditujukan lebih dahulu kepada mereka dan seterusnya berlaku untuk semua umat manusia. Pertama-tama Allah menuntut perhatian orang-orang Quraisy dan orang-orang Arab seluruhnya supaya mereka memperhatikan isinya dengan sebaik-baiknya karena di dalamnya terkandung bermacam-macam ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi mereka di dunia dan akhirat seperti hukum-hukum agama, kisah nabi-nabi dan Rasul-rasul, hal-hal yang bertalian dengan pembangunan masyarakat, pokok-pokok kemakmuran, akhlak, filsafat, tata cara berpolitik baik yang bersifat nasional maupun yang bersifat internasional dan lain sebagainya. Semuanya itu diutarakan dalam bahasa Arab yang indah susunannya mudah dipahami oleh mereka.

Dalam tafsiran yang lain Ibnu katsir berkata ketika menafsirkan surat Yusuf ayat 2 di atas: “Yang demikian itu (bahwa Al –Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab) karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas, dan maknanya lebih mengena lagi cocok untuk jiwa manusia. Oleh karena itu kitab yang paling mulia (yaitu Al-Qur’an) diturunkan kepada rosul yang paling mulia (yaitu: Rosulullah), dengan bahasa yang termulia (yaitu Bahasa Arab), melalui perantara malaikat yang paling mulia (yaitu malaikat Jibril), ditambah kitab inipun diturunkan pada dataran yang paling mulia diatas muka bumi (yaitu tanah Arab), serta awal turunnya pun pada bulan yang paling mulia (yaitu Romadhan), sehingga Al-Qur an menjadi sempurna dari segala sisi.” (Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir surat Yusuf).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Berkata: “Sesungguhnya ketika Allah menurunkan kitab-Nya dan menjadikan Rasul-Nya sebagai penyampai risalah (Al-Kitab) dan Al-Hikmah (As-sunnah), serta menjadikan generasi awal agama ini berkomunikasi dengan bahasa Arab, maka tidak ada jalan lain dalam memahami dan mengetahui ajaran Islam kecuali dengan bahasa Arab. Oleh karena itu memahami bahasa Arab merupakan bagian dari agama. Keterbiasaan berkomunikasi dengan bahasa Arab mempermudah kaum muslimin memahami agama Allah dan menegakkan syi’ar-syi’ar agama ini, serta memudahkan dalam mencontoh generasi awal dari kaum Muhajirin dan Anshar dalam keseluruhan perkara mereka.” (Iqtidho Shirotil Mustaqim).
Jelaslah dari penjelasan-penjelasan di atas bahwa Al-Qur’an yang diturunkan dalam bahasa Arab ialah wajib hukmnya untuk kita pelajari dan berusaha untuk memakanai isi dari Al-Qur’an tersebut, di samping itu pula Al-Qur’an memuat banyak tentang ilmu pengetahuan yang bermanfaat buat kehidupan kita sehari-hari. Sebisa mungkin kita harus mengamalkan isi dari Al-Qur’an dalam kehidupan kita sehari-hari karena secara harfiah Al-Qur’an merupakan imam atau petunjuk buat umat muslim di dunia,
Mempelajari bahasa Arab atau pun bahasa lainnya seperti bahasa Inggris pada dasarnya sama saja, tapi lebih khusus lagi bahasa Arab ialah bahasa yang Allah pilih sebagai bahasa yang di gunakan dalam Al-Qur’an, jadi mau tidak mau umat islam harus bisa menguasai bahasa Arab walaupun sedikit, syukur jika bisa benar-benar fasih dalam berbahasa Arab.
Mempelajari bahasa selain bahasa Arab seperti bahasa inggris dan lainnya dirasa perlu dalam era global ini, seperti kita ketahui bahasa internasional ialah bahasa Inggris, jadi jika kita mau memasuki dunia internasional kita harus mahir berbahasa Inggris. Pada dasarnya mempelajari bahasa inggris untuk berkomunukasi dan berinteraksi mutlak diperlukan di zaman sekarang. Kita tahu di semua sekolah dari mulai Taman Kanak-Kanak sampai di perguruan tinggi bahasa inggris pastilah dipelajari, karena hal inilah yang akan membuka kita ke dunia internasional dan ilmu pengetahuan yang begitu luas.
Mempelajari bahasa untuk umat muslim jelaslah wajib, karena bahasa merupakan alat berkomunikasi yang sangat vital. Tanpa berkomunikasi mana mungkin silaturrahim terwujud, silaturahim terwujud dari komunikasi dan interaksi yang baik antara masing-masing individu, jadi inilah peran penting bahasa dalam kehidupan manusia sehari-hari. Bahasa pula yang menyatukan umat muslim di dunia ini. Dengan bahasa manusia dapat mengetahui semua yang ada di dunia ini, dengan ini pulalah manusia menjadi tahu akan posisi dirinya di dunia ini dan ia pun akan mengetahui Allah secara lebih dalam, karena dalam Al-Qur’an pun banyak memuat tentang Allah dan Keesaan-Nya. Jadi bahasa sangatlah penting untuk kita pelajari dan kita amalkan di kehidupan kita sehari-hari.

Pahit dan Getir yang Berbuah Manis

Siapa yang tak mau mempunyai keluarga yang harmoni, tentram, dan tentunya damai. Tentu saja semua orang di dunia ini mendambakan memiliki keluarga seperti yang disebutkan tadi. Jelas saja, di dalam keluarga yang harmoni pasti kehidupan anggotanya pun akan jauh dari yang namanya konflik rumah tangga. Semuanya akan terasa nyaman apalagi ditambah dengan interaksi yang baik diantara anggota keluarga pasti semua masalah dapat diselesaikan tanpa harus disertai konflik.

Coba kita bandingkan dengan sebuah keluarga yang tidak memiliki interaksi yang begitu baik antara anggotanya, pastilah mudah sekali timbul konflik dalam rumah tangga tersebut. Hal ini tentu saja mengganggu keharmonisan hubungan diantara anggota keluarga. Sebagai contoh, ketidakharmonisan antara ayah dan ibu sering kali menimbulkan konflik yang berkepanjangan, bahkan bisa berujung kepada perceraian. Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan dan tentu saja mengganggu kondisi psikologis anak-anak mereka. Tak jarang anak-anak yang orang tuanya sering terlibat konflik dan berujung ke perceraian terganggu secara psikis. Mereka mencari pelampiasan dari situasi tersebut malah cenderung ke arah yang negatif. Anak broken home kebanyakan melampiaskannya ke narkoba, miras, dan bahkan ada pula yang akhirnya terjerumus ke dalam pergaulan yang tidak sehat.

Kondisi seperti di atas pernah aku alami. Getirnya hidup sebagai anak yang boleh dibilang tak memiliki keluarga yang harmonis selalu menghiasi keseharianku. Selalu ada konflik yang terjadi di dalam keluargaku, pertengkaran antara ayah dan ibu sering sekali terjadi. Hal ini jelas saja mempengaruhi kondisi psikisku apalagi saat itu usiaku mulai memasuki masa remaja yang tengah mencari jati diri. Bagaimana aku bisa membentuk karakter diriku menjadi baik jika situasi di keluargaku tengah goncang? Pernah terpikir untuk melarikan diri dari rumah menjauhi situasi konflik yang terjadi antara ibu dan ayahku. Pernah pula terpikir untuk hidup sendiri supaya tak mendengar lagi keributan di rumah. Konflik yang terjadi di keluargaku sungguh sangat mengganggu semua yang ada dalam diriku. Sulit untukku menentukkan siapa yang benar dan siapa yang salah, hal ini menjadi dilema buatku dan adik-adikku.
Hal tersebut membuat aku malu terhadap teman, tetangga, dan masyarakat di sekitarku. Pernah suatu hari mereka bertengkar hebat hingga tetangga pun mengetahuinya, hati kecilku menangis pilu, aku malu memiliki orang tua yang sering bertengkar. Aku jadi pemurung sejak saat itu dan tak hampir tak ada ceria dalam keseharianku. Aku berpikir apakah aku harus seperti ini?

Di tengah suasana yang begitu genting, muncullah satu peristiwa lagi yang sangat menggoncang batinku. Kedua orang tuaku memutuskan untuk bercerai saat itu. Satu hal yang sangat sulit aku percaya dan ku terima. Tak pernah ku bayangkan apabila benar terjadi hal itu, mungkin aku tak akan memiliki keluarga yang utuh lagi, tak seperti orang lain. Ku berpikir mungkin tak akan ada kebahagiaan lagi yang aku rasakan, karena bagiku kebahagiaan ialah memiliki keluarga yang utuh dan tak ada konflik.
Sebelum hal itu terjadi dan sebelum palu diketuk, aku berusaha untuk mempersatukan mereka kembali. Awalnya aku pikir hal ini pasti sulit untuk dijalankan, karena mereka sudah keukeuh pada egonya masing-masing. Harus bagaimana lagi, aku rasa sebagai anak akulah yang akan bisa menyatukan mereka kembali seperti dahulu lagi. Tiap hari ku ajak mereka berbicara, mempertimbangkan keputusan yang mereka ambil, dan menjelaskan dampak yang akan diterima oleh kami anak-anaknya. Ku teteskan air mata harapan di depan wajah mereka, karena ku tak ingin kehilangan keluargaku yang sangat aku cintai. Tengah malam aku bersimpuh di hadapan-Nya dengan bercucuran air mata memohon agar Allah mendengar dan mengabulkan doaku. Aku coba terus dan terus sampai mereka mau kembali damai dan membatalkan keputusan yang mereka ambil.
Doa dan usahaku akhirnya berbuah manis, meskipun jalan menyatukan mereka kembali sangatlah sulit. Allah memberiku sakit yang sangat berat dan hampir merenggut nyawaku. Dari situlah kedua orang tuaku sadar, dan akhirnya membatalkan keputusan yang mereka ambil, sungguh Allah Maha Besar, Ia mendengar semua doa yang aku panjatkan pada-Nya. Mungkin inilah keajaiban yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang selalu yakin akan usahanya untuk mempersatukan keluarganya. Sungguh sebuah mukjizat yang tidak bisa dipercayai. Cucuran air mata dan semua yang aku lakukan demi keutuhan keluargaku akhirnya tak sia-sia.

Satu pelajaran yang dapat dipetik olehku ialah keyakinan dalam berusaha pasti akan berbuah manis apalagi diiringi dengan doa. Jadi buat kalian yang broken home janganlah putus asa dan melampiaskan semuanya ke hal-hal yang negatif, jika kalian sangat mencintai kedua orang tua kalian dan ingin mempersatukannya kembali maka tetaplah berusaha jangan pernah berpikir untuk menyerah pada keadaan begitu saja. Berusaha, berdoa, dan yakinlah bahwa usaha yang kalian lakukan dengan sungguh-sungguh akan berbuah manis.

Minggu, 06 Desember 2009

Mesin Uang Bernama Sepak Bola

Sepak bola dulu di pandang sebelah mata, di anggap sebagai olah raga masyarakat kelas bawah. Dulu olah raga ini di pandang tak memiliki prospek yang baik bagi para pelakunya. Olah raga yang dimainkan oleh sebelas pemain dari masing-masing tim ini dulu memang tak menyediakan salary yang memuaskan, dan banyak juga mereka yang telah pensiun dari dunia sepak bola tak memiliki kehidupan yang layak tak seperti ketika masa kejayaan mereka dulu. Dahulu seseorang sering berpikir lebih untuk berkarir menjadi pemain sepak bola, di samping salary yang tak begitu besar mereka pun takut setelah pensiun nanti kehidupannya akan jadi seperti apa.

Namun seiring berjalannya waktu sepak bola telah menjadi salah satu olah raga terpopuler di seantero jagat. Olah raga ini dimainkan oleh hampir semua orang di seluruh penjuru dunia. Tua, muda dan bahkan anak-anak menikmati serunya olah raga ini. Artinya olah raga ini bisa dimainkan oleh semua lapisan masyarakat tak peduli kaya atau pun miskin, mereka menjadi satu dalam olah raga ini. Dari sinilah muncul sekelompok orang yang gila akan sepak bola. Bahkan mungkin mereka mengaggap sepak bola sebagai agamanya yang kedua.

Beberapa decade terakhir sepak bola telah menjadi sebuah industry yang tentunya menghasilkan uang dalam jumlah yang begitu besar. Jika dahulu seseorang berpikir lebih untuk berkarir di dunia sepak bola karena salary yang tak begitu memuaskan, lain halnya dengan sekarang. Kita tahu bahwa gaji seorang pemain sepak bola professional sangatlah besar. Di samping itu kemewahan-kemewahan pun dapat mereka dapatkan dari hasil bermain sepak bola. Jika kita amati kehidupan pesepak bola professional sekarang sangatlah sejahtera boleh dikatakan bahwa sebagian dari mereka hidup dalam kemewahan hasil mengolah si kulit bundar.

Jika kita amati pendapatan pemain top di liga-liga besar di Eropa sangatlah fantastis. Pendapatan mereka dalam satu bulan bisa mengalahkan pendapatan seorang kepala negara. Sebagai contoh pendapatan Ricardo Kaka’ adalah sebesar 750.000 Euro atau setara dengan Rp. 11.970.000.000 wow angka yang sangat fantastis. Itu hanya pendapatan bersih dari klub selama sebulan, belum ditambah dari bonus atau hasil penjualan merchandise dirinya dan lainnya. Sangat jauh bila di bandingkan dengan penghasilan seorang kepala negara.

Sepak bola telah menjadi mesin penghasil uang dalam jumlah yang sangat besar, gaji yang didapat angkanya sangat fantastis. Kemampuan dan skill yang mumpuni dalam mengolah si kulit bundar bisa menghasilkan pundi-pundi uang dalam jumlah yang sangat besar. Artinya menjadi seorang pemain sepak bola professional sekarang sangat jauh berbeda kondisinya dengan masa lalu. Pemain sepak bola professional sekarang sama dengan mesin penghasil uang yang sangat hebat. Mereka selalu dihiasi kemewahan, glamor dan tentunya wanita-wanita cantik di sekelilingnya.

Sepak bola tak hanya membuat kaya si pemain, tim pun merasakan hal yang sama. Beberapa tim terkaya di dunia menjadikan sponsor, apparel, merchandise dan tentunya tiket pertandingan sebagai sumber dana untuk membiayai kegiatan operasionalnya. Sebagai contoh Real Madrid berpenghasilan kurang lebih 130.000.000 Euro angka yang fantatis bukan? Jumlah tersebut hanya di dapat dari sponsor saja selama satu tahun belum termasuk pemasukan dari penjualan tiket, merchandising dan lain sebagainya. Artinya industry sepak bola sekarang sangatlah menjanjikan, gaji yang begitu besar, fasilitas-fasilitas super mewah yang disediakan dan lain sebagainya membuat olah raga ini termasuk yang paling glamor di dunia dan tentunya sebagai mesin penghasil uang yang paling menjanjikan.

Mimpi Buruk Liverpool

Rentetan hasil buruk yang dialami oleh Liverpool nampaknya menjadi sebuah masalah yang harus segera diselesaikan oleh manajemen The Reds. Liverpool sekarang tersisih dari urutan The Big Four di Liga Primer Inggris. Biasanya tim yang bermarkas di Anfield ini selalu berada di urutan empat besar di Liga Inggris beberapa musim sebelumnya. Tak pelak banyak Liverpooldian yang pesimis jika tim kesayangannya itu bisa meraih gelar juara Liga Inggris, pasalnya hampir setengah musim berlalu performa The Reds belum menunjukkan perbaikan yang signifikan. Yang lebih parah lagi mereka sekarang tersingkir dari UEFA Champions League, hal yang sangat menyedihkan karena banyak yang menjagokan The Reds menjadi kandidat kuat calon juara, namun harapan itu dibalas dengan performa yang kurang begitu apik. Hal ini tentu saja membuat posisi Rafael Benitez di kursi pelatih kian terancam. Si Genius terancam segera angkat kaki dari Anfield jika tak segera mengembalikan performa The Reds ke penampilan terbaiknya.

Banyak faktor yang menyebabkan performa Liverpool merosot musim ini. Dari banyaknya pemain kunci yang sering didera cidera seperti Fernando Torres dan Steven Gerrard hingga kesalahan Benitez di bursa transfer awal musim lalu. Kesalahan terbesar Benitez ialah melapas gelandang bertahan Xabi Alonso ke Real Madrid, hal ini membuat geram liverpooldian. Mereka mengecam tindakan Benitez tersebut, padahal Alonso ialah roh permainan Liverpool, ia adalah pemain yang punya banyak andil membawa Liverpool juara Liga Champions musim 2005 dan ia juga pemain yang sering membuat keajaiban tatkala Liverpool berada di bawah tekanan. Hal ini menimbulkan protes dari para Liverpooldian, bahkan beberapa waktu lalu mereka membuat daftar ‘dosa’ Rafael Benitez dan mempublikasikannya di media massa. Mereka juga mendesak agar manajemen klub segera mencari pengganti Benitez yang diharapkan akan mampu mendongkrak performa Liverpool. Factor lainnya ialah kesalahan merekrut pemain, mereka yang baru direkrut di bursa transfer awal musim lalu ternyata tak sesuai dengan kebutuhan tim. Hal ini tentu saja mempengaruhi permainan di lapangan. Seperti yang kita lihat permainan Liverpool sangat jauh berbeda dengan musim-musim sebelumnya. Terkesan tak memiliki visi permainan yang jelas setelah kehilangan Xabi Alonso yang biasanya mengatur ritme permainan The Reds. Di samping itu strategi rotasi pemain yang biasanya diterapkan oleh Rafa tak sesukses musim-musim sebelumnya.

Musim ini boleh jadi musim tersuram Liverpool, walaupun baru berjalan setengah musim namun hasil yang dicapai oleh pasukan The Reds sangat menecewakan. Performa squad The Reds musim ini sangat jauh berbeda dengan musim lalu, Liverpool tak sehebat musim lalu haruskah ini berlanjut hingga akhir musim? Jika hal ini berlanjut tentu saja managemen The Reds harus merombak komposisi tim di musim berikutnya, jika tidak bisa jadi Liverpooldian melakukan protes besar-besaran.

You’ll never walk alone yang acap kali dikumandangkan oleh Liverpooldian hendaknya menjadi lecutan semangat bagi para punggawa The Reds. Suara-suara harapan dari para fans selalu mengiringi langkah The Reds yang tak akan pernah berjalan sendiri seperti syair you’ll never walk alone. Jadi bangkitlah Liverpool bangkitlah dari mimpi burukmu, berikan performa terbaik mu, kami selalu bersamamu dalam suka maupun duka. You’ll never walk alone.