BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Minggu, 06 Desember 2009

Mimpi Buruk Liverpool

Rentetan hasil buruk yang dialami oleh Liverpool nampaknya menjadi sebuah masalah yang harus segera diselesaikan oleh manajemen The Reds. Liverpool sekarang tersisih dari urutan The Big Four di Liga Primer Inggris. Biasanya tim yang bermarkas di Anfield ini selalu berada di urutan empat besar di Liga Inggris beberapa musim sebelumnya. Tak pelak banyak Liverpooldian yang pesimis jika tim kesayangannya itu bisa meraih gelar juara Liga Inggris, pasalnya hampir setengah musim berlalu performa The Reds belum menunjukkan perbaikan yang signifikan. Yang lebih parah lagi mereka sekarang tersingkir dari UEFA Champions League, hal yang sangat menyedihkan karena banyak yang menjagokan The Reds menjadi kandidat kuat calon juara, namun harapan itu dibalas dengan performa yang kurang begitu apik. Hal ini tentu saja membuat posisi Rafael Benitez di kursi pelatih kian terancam. Si Genius terancam segera angkat kaki dari Anfield jika tak segera mengembalikan performa The Reds ke penampilan terbaiknya.

Banyak faktor yang menyebabkan performa Liverpool merosot musim ini. Dari banyaknya pemain kunci yang sering didera cidera seperti Fernando Torres dan Steven Gerrard hingga kesalahan Benitez di bursa transfer awal musim lalu. Kesalahan terbesar Benitez ialah melapas gelandang bertahan Xabi Alonso ke Real Madrid, hal ini membuat geram liverpooldian. Mereka mengecam tindakan Benitez tersebut, padahal Alonso ialah roh permainan Liverpool, ia adalah pemain yang punya banyak andil membawa Liverpool juara Liga Champions musim 2005 dan ia juga pemain yang sering membuat keajaiban tatkala Liverpool berada di bawah tekanan. Hal ini menimbulkan protes dari para Liverpooldian, bahkan beberapa waktu lalu mereka membuat daftar ‘dosa’ Rafael Benitez dan mempublikasikannya di media massa. Mereka juga mendesak agar manajemen klub segera mencari pengganti Benitez yang diharapkan akan mampu mendongkrak performa Liverpool. Factor lainnya ialah kesalahan merekrut pemain, mereka yang baru direkrut di bursa transfer awal musim lalu ternyata tak sesuai dengan kebutuhan tim. Hal ini tentu saja mempengaruhi permainan di lapangan. Seperti yang kita lihat permainan Liverpool sangat jauh berbeda dengan musim-musim sebelumnya. Terkesan tak memiliki visi permainan yang jelas setelah kehilangan Xabi Alonso yang biasanya mengatur ritme permainan The Reds. Di samping itu strategi rotasi pemain yang biasanya diterapkan oleh Rafa tak sesukses musim-musim sebelumnya.

Musim ini boleh jadi musim tersuram Liverpool, walaupun baru berjalan setengah musim namun hasil yang dicapai oleh pasukan The Reds sangat menecewakan. Performa squad The Reds musim ini sangat jauh berbeda dengan musim lalu, Liverpool tak sehebat musim lalu haruskah ini berlanjut hingga akhir musim? Jika hal ini berlanjut tentu saja managemen The Reds harus merombak komposisi tim di musim berikutnya, jika tidak bisa jadi Liverpooldian melakukan protes besar-besaran.

You’ll never walk alone yang acap kali dikumandangkan oleh Liverpooldian hendaknya menjadi lecutan semangat bagi para punggawa The Reds. Suara-suara harapan dari para fans selalu mengiringi langkah The Reds yang tak akan pernah berjalan sendiri seperti syair you’ll never walk alone. Jadi bangkitlah Liverpool bangkitlah dari mimpi burukmu, berikan performa terbaik mu, kami selalu bersamamu dalam suka maupun duka. You’ll never walk alone.

0 komentar: